Seminar Kewirausahaan “Dari Binaan Menjadi Entrepreneur” Dorong Kreativitas dan Kemandirian Warga Binaan Lapas dan Rutan se-Kanwil Ditjen Pemasyarakatan DK Jakarta
Seminar Kewirausahaan “Dari Binaan Menjadi Entrepreneur” Dorong Kreativitas dan Kemandirian Warga Binaan Lapas dan Rutan se-Kanwil Ditjen Pemasyarakatan DK Jakarta
GBNNews.net,Jakarta – Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menggelar Seminar Kewirausahaan bertajuk “Dari Binaan Menjadi Entrepreneur” yang dilaksanakan di Gedung 2 Lapas Narkotika Jakarta, Kamis (7/5). Kegiatan ini diikuti oleh warga binaan, petugas pemasyarakatan dibidang kegiatan kerja pada Lapas dan Rutan se-Kanwil Ditjen Pemasyarakatan DK Jakarta melalui Zoom dan Youtube, serta mahasiswa sebagai bentuk kolaborasi dalam membangun semangat kewirausahaan dan kemandirian.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN). Seminar diselenggarakan dengan tujuan untuk mengubah paradigma pemasyarakatan dari sekadar tempat menjalani pidana menjadi wadah reintegrasi sosial yang produktif. Melalui kegiatan ini, warga binaan dibekali mindset kewirausahaan dan keterampilan praktis agar mampu mandiri secara ekonomi setelah bebas, bahkan berpotensi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, di antaranya Iffan Izzulhaq selaku Ketua HIPMI Bidang Export Center, Gunariyadi selaku Pimpinan Cabang BRI Cabang Jatinegara, serta Rusdedy selaku Kepala Lapas Kelas IIA Garut.
Dalam sesi HIPMI, peserta mendapatkan materi terkait strategi menembus pasar ekspor serta pentingnya kolaborasi ekosistem bisnis guna menghapus stigma negatif terhadap mantan warga binaan. Sementara itu, sesi dari BRI membahas skema permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pentingnya legalitas usaha, serta rekam jejak bisnis minimal enam bulan sebelum mengakses fasilitas kredit. Pada sesi motivasi, Rusdedy membagikan kisah sukses alumni warga binaan yang berhasil menjadi pengusaha ekspor hingga praktisi kesehatan mandiri.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Dr. Syarpani. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembinaan kemandirian melalui kewirausahaan menjadi langkah nyata dalam menciptakan warga binaan yang produktif dan siap kembali ke masyarakat.
“Melalui seminar ini, kami ingin membangun keyakinan bahwa warga binaan memiliki kesempatan untuk bangkit, berkarya, dan menjadi entrepreneur yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Pembinaan tidak berhenti di dalam lapas, tetapi harus mampu menjadi bekal kehidupan yang berkelanjutan,” pungkas Dr. Syarpani.
(Born)





