Tidak transparan,Kepala sekolah dan Panitia Outing class SDN Mampang 1 Depok membuat keonaran
Tidak transparan,Kepala sekolah dan Panitia Outing class SDN Mampang 1 Depok membuat keonaran.
GBNNews.net,Depok
Pelaksanaan Outing class yang dilaksanakan oleh Sekolah Dasar Negeri Mampang 1 Depok seyogianya membawa kebahagian dan kesenangan bagi siswa dan orangtua maupun wali murid dapat menambah wawasan siswa berubah menjadi kekecewaan yang sangat berat buat siswa dan orangtua siswa.
Dalam hal ini Panitia dan Kepala sekolah SDN Mampang 1 Depok tidak transparan dan terbuka untuk acara outing class tersunt sehingga menelantarkan siswa dan orangtua siswa itu sendiri,dimana dalam acara outing class dilaksanakan oleh kelas 1 sampai kelas 3 SDN Mampang 1.
Untuk menyelesaikan permasalahan itu kepala sekolah dan Panitia mengadakan Rapat koordinasi dengan orangtua siswa maupun wali siswa di SDN Mampang 1 (20/03/23).
Acara Rapat koordinasi tersebut dibuka oleh ketua Panitia ibu Luna, memaparkan tentang kesalahan yang terjadi,sehingga panitia dalam hal ini meminta maaf atas kejadian ini “Ugkap Luna.

Selanjutnya kepala Sekolah SDN Mampang 1 Sain dengan hal serupa meminta maaf atas kesalahan Panitia dalam pelaksanaan acara outing class tersebut,
Sain dalam sambutannya meminta maaf kepada orangtua atas kelalaian dan kejadian ini,semua ini karena komunikasi yang kurang dalam pelaksanaan acara ini.
Sementara seluruh orangtua murid mulai kelas 1 sampai kelas 3 merasa sangat kecewa atas hal tersebut,makanya orangtua meminta keterbukaan dan transparan sesuai data.

Salahsatu orangtua siswa saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kami semua sangat kecewa,dimana kami terlantar saat berangkat dan makanan semua basi,tidak sesuai dengan uang yang kami keluarkan kurang lebih Rp.475.000.- “ungkap orangtua siswa yang tak mau dipublikasikan,dalam perencanaan seharusnya panitia menyediakan 13 Bis Parawisata tapi yang datang cuman 7 bis akhirnya disediakan 2 Bis dari Kemhan yang diusahakan orangtua murid selebihnya ada yang naik Grab ke tempat tujuan outing class tersebut.
Setelah pulang outing class menurut orang tua anak pada sakit demam dan diare,karena tidak ada pendampingan dari guru-guru kelas pada saat dilokasi.
Pada saat Rapat Yudi Operator sekolah menjelaskan bahwa pihak sekolah akan mengganti uang orangtua siswa setelah pihak ketiga PO Bis dan Pihak Inagro memberikan Kompensasi kerugian kepada sekolah.
Operator juga bertanggung jawab atas kejadian ini,karena dia juga sebagai pihak sekolah yang meminta kompensasi tersebut ,Yudi sebagai operator sekolah SDN Mampang 1 juga berhadapan dengan pihak pengacara yang mewakili PO ‘ujarnya.
Setelah selesai Rapat,Kepala Sekolah SDN Mampang 1 Depok tidak berkenaan menerima wartawan dan LSM untuk mengetahui informasi pasti tentang keluhan dan kekecewaan orangtua siswa,juga mengklarifikasi mengapa terjadi hal-hal seperti ini.

Menurut salah satu LSM mengatakan bila ini tidak terbuka dan kita tidak dapat penjelasan konfirmasi dan klarifikasi,kita akan laporkan ke Disdik dan Inspektorat ataupun pihak APH.
Disatu sisi kepala sekolah sudah membuat keonaran,tidak memberikan kenyamanan bagi sekolah dalam hal ini siswa dan orangtua siswa,sehingga acara outing class yang dilaksanakan menimbulkan kegaduhan,
Hingga berita ini diturunkan,belum ada titik temu ke orangtua siswa dan pihak ketiga,sehingga masih menunggu rapat ataupun pertemuan selanjutnya.
(@Andre)





