KEPALA DESA RIO – RED BERANGKAT DALAM KABUPATEN BUNGO DIDUGA BIMTEK KE YOGYAKARTA , BERPOYA POYA MENGHABISI DANA DESA ( DD)
KEPALA DESA RIO – RED BERANGKAT DALAM KABUPATEN BUNGO DIDUGA BIMTEK KE YOGYAKARTA , BERPOYA POYA MENGHABISI DANA DESA ( DD)
GBNNews,net.Kabupaten Bungo.
Puluhan Datuk Rio (kades, red) di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi beberapa waktu lalu menggelar bimbingan teknis (Bimtek) di Yogyakarta, yang berangkat pada hari Minggu (15/06/2025) yang lalu.
Bimtek para Datuk Rio ke Yogyakarta yang menggunakan Dana Desa ini yang dikoordinir oleh Badan Kerjasama Antar Dusun (BKAD) dan APDESI Kabupaten Bungo yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan ini diakui oleh Plt Kadis PMD Kabupaten Bungo, Syafrizal.

“Benar, para datuk Rio telah berangkat ke Yogjakarta menggelar Bimtek,” tutur Syafrizal.
Sejumlah Camat saat dikonfirmasi terkait keberangkatan Datuk Rio ke Yogjakarta mengikuti Bimtek yang menggunakan Dana Desa itu diakui tidak ada koordinasi kepada camat.
Kami tidak tahu berapa orang yang berangkat Bimtek, karena tidak ada koordinsi dengan kami,” tutur Syopuan, Camat Bathin III Ulu yang dibenarkan oleh camat Rantau Pandan, Taseplin dan sejumlah Camat lainnya.
Selanjutnya, salah satu pemuda Bungo, RD saat ditanya terkait Bimtek nya para Datuk Rio ke Yogyakarta, dirinya mengatakan, bahwa itu diduga hanya menghamburkan uang saja dan terkesan hanya Plesiran belaka, banyak hepy ketempat hiburan malam di duga tempat maksiat tutur salah satu mantan kades Rio – red . MR, kepada media ini.
“Bimtek kok ke Yogyakarta. Kenapa tidak dilaksanakan di Kabupaten Bungo saja, tinggal di undang saja narasumber nya ke Bungo, kan biayanya bisa lebih irit,” tambahnya.
RD berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera periksa anggaran Dana Desa yang sudah disetorkan oleh para Datuk Rio kepada oknum pihak ketiga yang menyelenggarakan kegiatan Bimtek di Yogyakarta tersebut. ungkap RD agar para kepala Desa Rio – red jangan sewena wena mengjabisi dana masyarakat , pada inti nya sitiap berangkat Bimbingan kerja Bimtek atau Studitiru , para Rio – Rio ini lah desa nya Paling rawan korupsi dana desa , Inspektorat agar menindak dan audit para Rio yang berangkat tutur MR lagi tutup nya.
( M.NOER.SE )





