	{"id":8233,"date":"2024-09-19T12:52:48","date_gmt":"2024-09-19T12:52:48","guid":{"rendered":"https:\/\/gbnnews.net\/?p=8233"},"modified":"2024-09-19T12:52:48","modified_gmt":"2024-09-19T12:52:48","slug":"nelayan-kepri-keberatan-adanya-tambang-pasir-laut-yang-kembali-beroperasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2024\/09\/19\/nelayan-kepri-keberatan-adanya-tambang-pasir-laut-yang-kembali-beroperasi\/","title":{"rendered":"*Nelayan KEPRI Keberatan Adanya Tambang Pasir Laut Yang Kembali Beroperasi*"},"content":{"rendered":"<div class=\"fcbkbttn_buttons_block\" id=\"fcbkbttn_left\"><div class=\"fcbkbttn_button\">\n                            <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/\" target=\"_blank\">\n                                <img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" data-src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/plugins\/social-buttons-pack\/facebook-button-plugin\/images\/standard-facebook-ico.png?w=800&#038;ssl=1\" alt=\"Fb-Button\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" class=\"lazyload\" \/>\n                            <\/a>\n                        <\/div><div class=\"fcbkbttn_like \"><fb:like href=\"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2024\/09\/19\/nelayan-kepri-keberatan-adanya-tambang-pasir-laut-yang-kembali-beroperasi\/\" action=\"like\" colorscheme=\"light\" layout=\"standard\"  width=\"225px\" size=\"small\"><\/fb:like><\/div><div class=\"fb-share-button  \" data-href=\"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2024\/09\/19\/nelayan-kepri-keberatan-adanya-tambang-pasir-laut-yang-kembali-beroperasi\/\" data-type=\"button_count\" data-size=\"small\"><\/div><\/div><div class=\"nstgrm_buttons_block\" id=\"nstgrm_left\"><div class=\"nstgrm_button\" data-id-post=\"8233\">\n\t\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/\" target=\"_blank\">\n\t\t\t\t\t\t<img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" data-src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/plugins\/social-buttons-pack\/images\/standard-instagram-ico.jpg?w=800&#038;ssl=1\" alt=\"instagram-Button\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" class=\"lazyload\" \/>\n\t\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t\t<\/div><\/div><div class=\"pntrst_main_before_after\"><div class=\"pntrst-button-wrap\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t<a data-pin-do=\"buttonBookmark\" data-pin-custom=\"\" href=\"https:\/\/www.pinterest.com\/pin\/create\/button\/\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" data-pin-nopin=\"1\" class=\"pntrst-custom-pin lazyload\" data-src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/plugins\/social-buttons-pack\/bws-pinterest\/images\/pin.png?w=60&#038;ssl=1\"  src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\"><\/a>\r\n\t\t\t\t\t\t<\/div><div class=\"pntrst-button-wrap \" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t<a  data-pin-do=\"buttonFollow\" href=\"https:\/\/www.pinterest.com\/\/\">Follow me<\/a>\r\n\t\t\t\t\t\t<\/div><\/div><div class=\"twttr_buttons\"><div class=\"twttr_twitter\">\n\t\t\t\t\t<a href=\"http:\/\/twitter.com\/share?text=%2ANelayan+KEPRI+Keberatan+Adanya+Tambang+Pasir+Laut+Yang+Kembali+Beroperasi%2A\" class=\"twitter-share-button\" data-via=\"\" data-hashtags=\"\"  data-size=\"default\" data-url=\"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2024\/09\/19\/nelayan-kepri-keberatan-adanya-tambang-pasir-laut-yang-kembali-beroperasi\/\"  data-related=\"\" target=\"_blank\">Tweet<\/a>\n\t\t\t\t<\/div><\/div><p>*Nelayan KEPRI Keberatan Adanya Tambang Pasir Laut Yang Kembali Beroperasi*<\/p>\n<p>GBNNews.net,Kepri (18\/09) Nelayan-nelayan di Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), mengaku khawatir dengan langkah pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma\u2019ruf Amin membuka lebar lagi keran ekspor pasir laut setelah 20 tahun ditutup.<\/p>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"8234\" data-permalink=\"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2024\/09\/19\/nelayan-kepri-keberatan-adanya-tambang-pasir-laut-yang-kembali-beroperasi\/img-20240919-wa0072\/\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG-20240919-WA0072-scaled.jpg?fit=600%2C400&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"600,400\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"IMG-20240919-WA0072\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG-20240919-WA0072-scaled.jpg?fit=600%2C400&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG-20240919-WA0072-scaled.jpg?fit=600%2C400&amp;ssl=1\" class=\"alignnone size-medium wp-image-8234 lazyload\" data-src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG-20240919-WA0072.jpg?resize=600%2C400&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 600px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 600\/400;\" \/><\/p>\n<p>Mereka mengaku khawatir itu akan berdampak pula pada ruang hidup mereka, terutama tempat mencari ikan di lautan.<\/p>\n<p>Salah satu yang keberatan atas ekspor pasir laut itu adalah Irwan yang merupakan nelayan di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan.<\/p>\n<p>Menurutnya aktivitas tambang pasir laut untuk diekspor itu berpotensi merusak ekosistem laut. Dia mengatakan apabila pasir laut itu dikeruk, air laut akan keruh dan merusak habitat ikan laut sehingga mengganggu kelangsungan mata pencaharian nelayan di sana.<\/p>\n<p>\u201cYang pasti, kami Nelayan pesisir ini otomatisnya terancam. Kalau kami kan Nelayan, menangkap ikan. Kalau enggak ada hasil laut, gimana kami mau cari makan,\u201d kata Irwan.<\/p>\n<p>Fairul, nelayan dari Desa Tanjung Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan mengatakan sebagai rakyat kecil mereka tak memiliki kuasa besar untuk bisa menghalangi kegiatan ekspor pasir laut yang sudah dibuka pemerintah.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, dia berharap pemerintah tak memberikan izin tambang pasir laut untuk diekspor secara membabi buta dan berdampak besar bagi nelayan hingga habitat di lautan.<\/p>\n<p>\u201cYa saya berharap, Pemerintah tidak membabi buta lah bang, Yang jelas kita mau menghalangi Pemerintah enggak bisa juga. Yang jelas di tempat kami kerja di situ, di kelong kami, jaring kami dikeruk, memang sudah mematikan periuk kami, jangan mematikan mata pencarian. Kalau tidak mengganggu ya enggak masalah,\u201d ujar Fairul<\/p>\n<p>Irwan yang sehari-hari mencari ikan dan kepiting menggunakan alat tangkap jaring dan bubu itu berharap apabila pertambangan pasir laut untuk diekspor dilakukan di Bintan, maka harus ada ganti rugi bagi Nelayan.<\/p>\n<p>\u201cGanti ruginya, biasanya seperti uang lah gitu, per bulannya berapa, gitu kan. Selagi mereka masih operasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Fairul juga mengatakan apabila kegiatan tambang pasir laut untuk diekspor itu mematikan mata pencarian nelayan pesisir, pemerintah harus memberikan ganti rugi.<\/p>\n<p>\u201cTapi dampaknya, kalau kita nggak bisa kerja ni, kerugian kita sekian. Kalau ada kompensasi dari Pemerintah, program dari Pemerintah apa boleh buat lah, kita tidak bisa menghalangi juga,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, ketika dikonfirmasi, Sekretaris DPW Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Provinsi Kepri, Sukur Hariyanto, mengatakan setidaknya ada tiga wilayah di provinsi itu yang dijadikan lokasi sedimentasi pasir laut oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).<\/p>\n<p>Tiga wilayah itu yakni Pulau Bintan, Karimun, dan Lingga.<\/p>\n<p>Menurutnya, Sedimentasi dilakukan, perlu ada penegasan \u2013 penegasan yang kuat, oleh pemerintah terkait kebutuhan dan keperluan sedimentasi pasir laut. Sukur mendesak walaupun itu sebatas pengangkatan lumpur yang mengendap di karang, pihaknya meminta jangan sampai mengganggu aktivitas tangkapan Nelayan.<\/p>\n<p>\u201cKita sangat sayangkan, kalau aktivitas nelayan terkorbankan, walaupun ancang \u2013 ancangnya untuk memperbaiki karang, memperbaharui karang bagus, dengan diangkat lumpur \u2013 lumpur itu,\u201d kata Sukur, Kamis (12\/9).<\/p>\n<p>Lebih lanjut, dia mengatakan aktivitas ekspor pasir laut sangat berdampak bagi nelayan setempat. Oleh karena itu harus ada pemetaan khusus terkait bagaimana relokasi masyarakat nelayan dengan kegiatan Ekspor pasir laut itu.<\/p>\n<p>Dia menyebut dalam mencari ikan, aktivitas nelayan tidak bisa diukur, karena satwa di laut itu bergerak dan berpindah \u2013 pindah.<\/p>\n<p>\u201cKepastian penangkapan ikan itu tidak bisa kita ukur. Kalau ikan itu bukan berada di satu titik saja, Nelayan ini kan melakukan penangkapan ikan yang bergerak gitu,\u201d ujar Sukur.<\/p>\n<p>Sebelumnya pemerintahan Jokwoi, lewat Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) membuka lebar lagi keran ekspor pasir laut.<\/p>\n<p>Pembukaan kembali keran ekspor itu dituangkan dalam Permendag Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2023 tentang Barang yang Dilarang untuk Diekspor\u2019 dan \u2018Permendag Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor.<\/p>\n<p>Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Isy Karim pada 9 September lalu mengatakan penerbitan peraturan menteri perdagangan soal ekspor pasir laut itu dilaksanakan untuk melaksanakan PP 26\/2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut.<\/p>\n<p>Penerbitan aturan itu juga dilakukan untuk menindaklanjuti usulan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai instansi pembina atas pengelolaan hasil sedimentasi di laut. Meski demikian, Isy menekankan ekspor pasir laut tak akan dilakukan secara serampangan. Izin ekspor akan diberikan Kementerian Perdagangan setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi<\/p>\n<p>Izin ekspor laut sebenarnya sudah dilarang pemerintah sejak 20 tahun lalu oleh Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. Larangan diberlakukan untuk mengurangi dampak buruk eksploitasi pasir laut bagi lingkungan.<\/p>\n<p>Namun, kebijakan itu diubah oleh Jokowi. Melalui PP Nomor 26 Tahun 2023, Jokowi kembali membuka keran ekspor pasir laut<\/p>\n<p>Kebijakan ini pun menimbulkan banyak penolakan terutama dari organisasi lingkungan, seperti Greenpeace, Walhi, mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti, hingga para nelayan sendiri.<\/p>\n<p>Greenpeace dan Walhi dengan tegas menolak ikut terlibat dalam kajian PP tersebut dan meminta Jokowi mencabut aturan itu. Bahkan keduanya mengancam bakal menggugat PP tersebut jika tetap dijalankan.<\/p>\n<p>*Listoni Nadeak. Yamin Ginting*<\/p>\n<!--CusAds0-->\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div><div class=\"twttr_buttons\"><div class=\"twttr_twitter\">\n\t\t\t\t\t<a href=\"http:\/\/twitter.com\/share?text=%2ANelayan+KEPRI+Keberatan+Adanya+Tambang+Pasir+Laut+Yang+Kembali+Beroperasi%2A\" class=\"twitter-share-button\" data-via=\"\" data-hashtags=\"\"  data-size=\"default\" data-url=\"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2024\/09\/19\/nelayan-kepri-keberatan-adanya-tambang-pasir-laut-yang-kembali-beroperasi\/\"  data-related=\"\" target=\"_blank\">Tweet<\/a>\n\t\t\t\t<\/div><\/div><div class=\"pntrst_main_before_after\"><\/div><div class=\"nstgrm_buttons_block\" id=\"nstgrm_left\"><div class=\"nstgrm_button\" data-id-post=\"8233\">\n\t\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/\" target=\"_blank\">\n\t\t\t\t\t\t<img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" data-src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/plugins\/social-buttons-pack\/images\/standard-instagram-ico.jpg?w=800&#038;ssl=1\" alt=\"instagram-Button\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" class=\"lazyload\" \/>\n\t\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t\t<\/div><\/div><div class=\"fcbkbttn_buttons_block\" id=\"fcbkbttn_left\"><div class=\"fcbkbttn_button\">\n                            <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/\" target=\"_blank\">\n                                <img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" data-src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/plugins\/social-buttons-pack\/facebook-button-plugin\/images\/standard-facebook-ico.png?w=800&#038;ssl=1\" alt=\"Fb-Button\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" class=\"lazyload\" \/>\n                            <\/a>\n                        <\/div><div class=\"fcbkbttn_like \"><fb:like href=\"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2024\/09\/19\/nelayan-kepri-keberatan-adanya-tambang-pasir-laut-yang-kembali-beroperasi\/\" action=\"like\" colorscheme=\"light\" layout=\"standard\"  width=\"225px\" size=\"small\"><\/fb:like><\/div><div class=\"fb-share-button  \" data-href=\"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2024\/09\/19\/nelayan-kepri-keberatan-adanya-tambang-pasir-laut-yang-kembali-beroperasi\/\" data-type=\"button_count\" data-size=\"small\"><\/div><\/div><!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Follow me *Nelayan KEPRI Keberatan Adanya Tambang Pasir Laut Yang Kembali Beroperasi* GBNNews.net,Kepri (18\/09) Nelayan-nelayan di Bintan, Kepulauan Riau (Kepri),<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":8235,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[42],"tags":[],"class_list":["post-8233","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG-20240919-WA0071-scaled.jpg?fit=600%2C352&ssl=1","jetpack-related-posts":[{"id":14457,"url":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2026\/01\/20\/kapolda-kepri-irjen-pol-asep-saparudin-lambat-dalam-memberantas-kegiatan-tambang-pasir-ilegal-di-kawasan-mergung\/","url_meta":{"origin":8233,"position":0},"title":"Kapolda Kepri Irjen pol Asep Saparudin Lambat Dalam Memberantas Kegiatan Tambang Pasir Ilegal Di Kawasan Mergung","author":"Andre Tambunan","date":"January 20, 2026","format":false,"excerpt":"Kapolda Kepri Irjen pol Asep Saparudin Lambat Dalam Memberantas Kegiatan Tambang Pasir Ilegal Di Kawasan Mergung, GBNbews.net--Batam penelusuran awak media begitu jelas kegiatan tambang pasir ilegal atau aktivitas yang tidak dapat di hentikan seolah-olah Aparat Penegak Hukum tidak ada tindakan sama sekali, penyedotan pasir ilegal karna pemilik tambang tersebut Dikelola\u2026","rel":"","context":"In &quot;Hukum&quot;","block_context":{"text":"Hukum","link":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/category\/hukum\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260105-WA00531-scaled.jpg?fit=400%2C400&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":14462,"url":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2026\/01\/21\/kapolda-kepri-irjen-pol-asep-safrudin-s-i-k-m-h-lambat-dalam-memberantas-kegiatan-tambang-pasir-ilegal-di-kawasan-mergung\/","url_meta":{"origin":8233,"position":1},"title":"Kapolda Kepri Irjen pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Lambat Dalam Memberantas Kegiatan Tambang Pasir Ilegal Di Kawasan Mergung","author":"Andre Tambunan","date":"January 21, 2026","format":false,"excerpt":"Kapolda Kepri Irjen pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Lambat Dalam Memberantas Kegiatan Tambang Pasir Ilegal Di Kawasan Mergung, GBNbews.net--Batam penelusuran awak media begitu jelas kegiatan tambang pasir ilegal atau aktivitas yang tidak dapat di hentikan seolah-olah Aparat Penegak Hukum tidak ada tindakan sama sekali, penyedotan pasir ilegal karna pemilik tambang\u2026","rel":"","context":"In &quot;Hukum&quot;","block_context":{"text":"Hukum","link":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/category\/hukum\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260105-WA00531-scaled.jpg?fit=400%2C400&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":13195,"url":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2025\/08\/11\/lumpur-tambang-pasir-ilegal-milik-ltr-ginting-sangat-meresahkan-masyarakat-seputaran-bida-asri-3\/","url_meta":{"origin":8233,"position":2},"title":"Lumpur Tambang Pasir Ilegal Milik Ltr Ginting Sangat Meresahkan Masyarakat Seputaran Bida Asri 3","author":"Andre Tambunan","date":"August 11, 2025","format":false,"excerpt":"Lumpur Tambang Pasir Ilegal Milik Ltr Ginting Sangat Meresahkan Masyarakat Seputaran Bida Asri 3 GBN\/news.net--Batam penambang pasir dikawasan Bida Asri 3 sangat memperihatin kan (DLH) Kota Batam maupun Ditpam, BP Batam serta Direktorat Reserse Keriminal Khusus Polda Kepri diminta untuk segera melakukan penindakan terhadap Inisial Ltr Ginting pemilik aktivitas tambang\u2026","rel":"","context":"In &quot;Daerah&quot;","block_context":{"text":"Daerah","link":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/category\/daerah\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250810-WA00061-scaled.jpg?fit=400%2C400&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":13125,"url":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2025\/08\/09\/tidak-tersentuh-hukumtambang-galian-c-di-nongsa-batam-diduga-banyak-korupsi-dan-tak-memiliki-izin\/","url_meta":{"origin":8233,"position":3},"title":"Tidak tersentuh hukum,tambang galian C di Nongsa Batam diduga banyak korupsi dan tak memiliki izin","author":"Andre Tambunan","date":"August 9, 2025","format":false,"excerpt":"Tidak tersentuh hukum,tambang galian C di Nongsa Batam diduga banyak korupsi dan tak memiliki izin. GBNnews.net BATAM \u2013 Aktivitas tambang galian C tanpa izin dan atau disebut Ilegal di Bida Asri 3 Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa, Kota Batam semangkin marak\u00a0 hingga sampai saat ini masih terus beroperasi tanpa tersentuh\u2026","rel":"","context":"In &quot;Hukum&quot;","block_context":{"text":"Hukum","link":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/category\/hukum\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250808-WA0053-1-scaled.jpg?fit=600%2C338&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250808-WA0053-1-scaled.jpg?fit=600%2C338&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250808-WA0053-1-scaled.jpg?fit=600%2C338&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x"},"classes":[]},{"id":13161,"url":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2025\/08\/10\/rusak-nya-hutan-mangrove-akibat-galian-c-di-bida-asri-3-kelurahan-batu-besar-kecamatan-nongsa-kota-batam-teryata-kebal-hukum-2\/","url_meta":{"origin":8233,"position":4},"title":"Rusak Nya Hutan Mangrove Akibat Galian C Di Bida Asri 3 kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa Kota Batam, Teryata Kebal Hukum","author":"Andre Tambunan","date":"August 10, 2025","format":false,"excerpt":"Rusak Nya Hutan Mangrove Akibat Galian C Di Bida Asri 3 kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa Kota Batam, Teryata Kebal Hukum GBNnews.net BATAM \u2013 Aktivitas tambang galian C tanpa izin dan atau disebut Ilegal di Bida Asri 3 Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa, Kota Batam semangkin marak\u00a0 hingga sampai saat\u2026","rel":"","context":"In &quot;Hukum&quot;","block_context":{"text":"Hukum","link":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/category\/hukum\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250810-WA0006-scaled.jpg?fit=400%2C400&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":13191,"url":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/2025\/08\/11\/lory-truk-pengangkut-pasir-ilegal-milik-ltr-ginting-sangat-mengangu-masyarakat-perumahan-bida-asri-3\/","url_meta":{"origin":8233,"position":5},"title":"Lory Truk Pengangkut Pasir Ilegal Milik Ltr Ginting Sangat Mengangu Masyarakat perumahan Bida Asri 3,","author":"Andre Tambunan","date":"August 11, 2025","format":false,"excerpt":"Lory Truk Pengangkut Pasir Ilegal Milik Ltr Ginting Sangat Mengangu Masyarakat perumahan Bida Asri 3, GBN\/news.net--Batam penambang pasir dikawasan Bida Asri 3 sangat memperihatin kan (DLH) Kota Batam maupun Ditpam, BP Batam serta Direktorat Reserse Keriminal Khusus Polda Kepri diminta untuk segera melakukan penindakan terhadap Inisial Ltr Ginting pemilik aktivitas\u2026","rel":"","context":"In &quot;Hukum&quot;","block_context":{"text":"Hukum","link":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/category\/hukum\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/gbnnews.net\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250811-WA0063-scaled.jpg?fit=400%2C400&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8233"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8233\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8236,"href":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8233\/revisions\/8236"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbnnews.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}