Sertifikat Food Handling dari HCI Diduga Ilegal, Legalitas Organisasi Dipertanyakan
Sertifikat Food Handling dari HCI Diduga Ilegal, Legalitas Organisasi Dipertanyakan
Surabaya,GBNNews.net – Kejutan besar mengguncang dunia kuliner Indonesia setelah merebaknya kabar bahwa sertifikat Food Handling yang dikeluarkan oleh Himpunan Chef Indonesia (HCI) Mr. AI diduga tidak memiliki legalitas yang sah. Praktik ini memicu keraguan serius terhadap kredibilitas dan legalitas HCI sebagai organisasi.
Sertifikat Food Handling menjadi syarat penting bagi para pelaku usaha kuliner untuk menjamin standar kebersihan dan keamanan pangan.
Namun, munculnya dugaan bahwa HCI mengeluarkan sertifikat tanpa akreditasi resmi menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan industri, pemerintah, dan konsumen.Pihak berwenang saat ini tengah melakukan investigasi mendalam untuk memastikan validitas sertifikat tersebut.
“sejumlah peserta yang mecapai 2000 lebih diseluruh Indonesia laporan dan pengaduan telah diterima terkait kegiatan penerbitan sertifikat tanpa prosedur yang benar” ujat deni salah satu team LSP – BNSP saat kami wawancari via tlp.
Hal ini menimbulkan risiko besar bagi kualitas pengelolaan makanan di Indonesia yang selama ini berupaya meningkatkan standar keamanan pangan.Sementara itu, HCI belum memberikan klarifikasi resmi terkait isu ini, meski tekanan dari berbagai pihak semakin intens. Para ahli hukum dan praktisi industri menyuarakan perlunya transparansi dan akuntabilitas penuh agar kepercayaan publik dapat segera dipulihkan.Insiden ini menjadi alarm penting bagi seluruh stakeholder kuliner Indonesia untuk lebih cermat dalam memilih dan mempercayai lembaga sertifikasi, demi menjaga integritas dan kualitas layanan di sektor makanan dan minuman.
Sementara Ketua HCI chef mr. ai diduga sebagai dibalik semua ini belum bisa dikonfirmasi lewat tlp belum ada balasan
Apakah langkah hukum dan regulasi akan turun tangan untuk mengatur kembali praktik sertifikasi ini? Publik menunggu respons cepat dari pemerintah dan HCI untuk mengakhiri polemik yang tengah melanda.(tri)





