hacklink hack forum hacklink film izle hacklinkbetparkbetinexchange casinozlibraryholiganbetjojobet
Sunday, August 23, 2026
Iklan
Iklan
Hukum

 Miris…!!! Diduga atlet Wushu Porprov Jateng dianiaya oleh pelatih wushunya,diminta ganti rugi sebesar 150juta.

Iklan

 Miris…!!! Diduga atlet Wushu Porprov Jateng dianiaya oleh pelatih wushunya,diminta ganti rugi sebesar 150juta.

Gbnnews.net,TEMANGGUNG – Sasana yang seharusnya mencetak prestasi justru jadi tempat kekerasan.Dibalai RW Kebonsari, Temanggung, seorang mahasiswi dijatuhkan, leher dikait, lalu ditampar oleh pelatihnya sendiri. Di depan anak-anak.

Miris rasanya pelatih tega menganiaya anak muridnya sebagai atlet,bahkan diduga melakukan pemerasan kepada keluarga atlet sebesar 150juta rupiah.

Korban itu Siska Ayu Valentina, 22. Mahasiswi AKESMU Temanggung. Pelaku: NC, pelatih Wushu yang namanya kini jadi 2 laporan polisi.

Peristiwa 11 Juni 2026 pukul 17.30 WIB itu berawal sepele. Sparing. Siska tak sengaja menyentuh bagian cedera lawan. Minta maaf. Selesai. Tapi tidak bagi NC.

“Tiba-tiba NC datang berteriak lalu memukul pipi kiri saya. Saya membalas tapi tidak kena. Lalu dia membanting saya dengan mengait leher saya, kemudian ditampar. Saat saya ingin bawa kasus ini ke pidana, dia malah menampar lagi lalu pergi,” kata Siska dalam keterangan tertulisnya kepada media.

Saksi ada banyak. Termasuk anak di bawah umur. Tapi sampai hari ini, 4 saksi yang namanya diajukan Siska ke Polres tak satu pun datang.

Empat Kali. Dan Semua Ditutup “Kekeluargaan”

Ini bukan tamparan pertama. Siska menyebut sudah 4 kali jadi sasaran. 2020 di Jampiroso: dipukul dan ditendang. Di gym fitness: dipukul lagi. Dilempar meja.

“Yang sebelumnya saya diam. Takut. Ternyata dia juga lakukan ke teman lain. Tapi semua ujungnya kekeluargaan,” ujarnya.

Rasa takut itu pecah setelah 11 Juni. Siska lapor. LP 12 Juni 2026. Dugaan penganiayaan.

Lapor Polisi, Dapat Ancaman

Alih-alih damai, yang datang justru teror.

8 Juli 2026. NC mendatangi Sasana tempat tempat Siska pindah latihan yang baru. Isinya ancaman: karir atlet dirusak, dikeluarkan dari kampus, gagal jadi PNS.

13 Juli 2026. Giliran di ruang mediasi Polres. Ancaman yang sama diulang. Ditambah satu lagi: NC mendatangi Direktur AKESMU, mengancam nama kampus “akan tercoreng”.

Iklan

Puncaknya: Siska dituduh balik. Dibilang memukuli pelatih “secara membabi buta”. Lalu diminta ganti rugi Rp150 juta.

14 Juli 2026. Siska kembali ke Polres Temanggung. Kali ini lapor pengancaman Pasal 466 UU 1/2023.

“Rekan dan orang tua atlet menutup-nutupi. Karena masih mau latihan di situ. Padahal sudah rahasia umum dia temperamen,” kata Siska.

Komnas Masuk, Polres Proses

Merasa tidak aman, Siska mengadu ke Komnas Perempuan di Jl. Latuharhary No.4B, RT.1/RW.4, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat. Intinya satu: minta perlindungan. Karena saksi ada dalam “relasi kuasa” dengan terlapor.

Respon Komnas Perempuan cepat. 30 Juli 2026, petugas bernama Kartika menulis:

“Kemarin kami sudah koordinasi dengan polres terkait kelanjutan laporan kakak dan saat ini sedang berproses di polres, mohon ditunggu untuk surat pemanggilannya”

Hingga 23 Agustus, Satreskrim Polres Temanggung masih menyelidiki. Dua LP. Dua penyidik berbeda:

HERMAN penyidik laporan pengancaman dan Rizky penyidik laporan penganiayaan

Saat dikonfirmasi 22 Agustus 2026, NC hanya menjawab 5 kata: “Silahkan hubungi pengacara saya.”.

“Saya Cari Prestasi, Bukan Kekerasan”

Kasus ini menyeret nama besar: Wushu Temanggung, AKESMU, dan pembinaan olahraga daerah,Siska tak minta belas kasihan. Ia minta sistem jalan.

“Saya berlatih untuk mencari prestasi, bukan untuk mendapatkan kekerasan atau tekanan mental. Saya ingin keadilan agar tidak ada korban lagi,” tegasnya.

Hal ini diutarakan juga keluarga korban bahwa dunia olahraga mencetak atlet berprestasi bukan menjadi sasaran kekerasan pelatih,keluarga juga berharap pihak kepolisian sebagai penegak keadilan dapat mengusut masalah ini dengan secepatnya.

Keluarga Siska juga meminta bantuan semua pihak untuk keadilan anaknya.

Menurut keluarga ini juga akan disampaikan kepada pengurus  persatuan Atlet Wushu Seluruh Indonesia,karena Siska merupakan atlet yang berprestasi di cabang olahraga Wushu.

(Red)

 

Iklan

Leave a Reply