hacklinkmeritkinghacklink panelBetimcanlı casino siteleri
Thursday, October 29, 2026
Iklan
Iklan
Hukum

Masih terus terjadi,Dugaan Pungli,Oknum Petugas Patok Tarif Haram Nomor Pilihan diluar PNBP

Iklan

Masih terus terjadi,Dugaan Pungli,Oknum Petugas Patok Tarif Haram Nomor Pilihan diluar PNBP

 

GBNNews.net,Jakarta –Masih saja terus terjadi walaupun Kapolri sudah berganti,Kapolda Metro juga berganti,namun dugaan pungutan liar (Pungli) pada proses pengajuan nomor pilihan (Nopil), masih terus berjalan di Gedung Biru Polda Metro Jaya.

Hal itu disampaikan seorang sumber yang sudah terbiasa mengurus nomor pilihan di Gedung Biru Ditlantas  Polda Metro Jaya Kamis 29/10/2026.

Dengan cara-cara lama memperlambat proses penyelesaian  masih menjadi modus operandi yang dilakukan oknum petugas memainkan dugaan pungutan liar (pungli)  dalam proses pengajuan nopil.

“Coba saja mengajukan nopil tanpa pulus pelicin, prosesnya bisa memakan waktu 2-3minggu,”ujar narasumber  yang tidak bersedia ditampilkan identitasnya.

Sumber itu merinci,  ada beberapa jenis proses pengajuan nopil berdasarkan tenggat waktu penyelesaian, Pertama proses kilat; selesai dalam sehari. Kedua proses cepat selesai dalam 2 hari. Ketiga proses biasa memakan waktu selama 1 minggu.

 

Dalam pantauan media juga ada beberapa pelayanan di Gedung biru selalu ketus dan cuek melayani para pemohon pengajuan pengurusan surat-surat dan keperluan kendaraan mereka,semoga ini menjadi catatan bagi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto nantinya untuk membantu dugaan pungli di Polda Metro Jaya.

 

“Proses kilat artinya, berkas masuk pagi selesai sore,”ujar sumber itu.

Sumber itupun mengatakan, besaran tarif dugaan pungli pada Nopil 1 angka Rp 3 juta selesai dalam 2 hari.  Nopil untuk 2  angka tarif punglinya Rp 2,5juta. Sedangkan untuk Nopil 3 angka tarifnya Rp 1,8juta.  “Namun tarif tersebut bisa bertambah apabila si pemesan menginginkan proses kilat, selesai dalam sehari,”tambah sumber itu.

Rahasia Umum

Sumber itu menambahkan, dugaan pungli diluar PNBP tarif resmi dalam proses permohonan Nopil ini sudah lama menjadi rahasia umum  yang tidak terendus media mainstream dan lembaga pengawas Ombudsman RI.

Disebut rahasia umum lantaran petugas, pemohon dan biro jasa sudah tahu sama tahu soal pungli ini.  “Tahu sama tahu, saling pengertian, karna tidak ada yang dirugikan,”tambah sumber itu.

Iklan

Sebab menurut sumber itu, permohonan nopil  datang dari kalangan orang berada. “Makanya langgeng, permainan ini terus berjalan,”imbuhnya.

Ditanya apakah hanya oknum petugas  saja yang bermain, atau koordinasinya sampai kepada level atasan?

“Permainan dugaan pungli Nopil ini tidak mungkin hanya melibatkan level oknum petugas saja. Patut diduga permainan kotor ini juga melibatkan  pimpinan mulai dari Dirlantas Polda Metro Jaya, Kasubdit Regident, Baur Regident serta petugas di loket,”ujarnya.

 

Sumber itu juga menegaskan, dugaan pungli yang nilainya mencapai Milyaran Rupiah perbulan ini,  tidak mungkin hanya dinikmati level pejabat menengah kebawah. “Patut diduga, Dirlantas tahu dan bahkan Kapolda pun diberi tahu sebagai pimpinan tertinggi di Polda Metro Jaya,”kata sumber itu.

Sangat disayangkan memang, dikala Kapolri Jenderal  Suyudi Ario Seto sedang melakukan gerakan  bersih-bersih di tubuh Polri, Polda terdekat dengan Trunojoyo justru masih bermain-main dengan uang haram pungli.

Terhadap dugaan pungli pada pengajuan Nopil ini, seharusnya menjadi bahan pertimbangan Ombudsman RI untuk melakukan insfeksi mendadak (sidak) ke Gedung Biru Dirlantas Polda Metro Jaya.

 

Karena itulah, Redaksi telah menghubungi Fikri Yasin Anggota Komisioner Ombudsman RI. Sayangnya Fikri menjawab, masih berada  diluar kota.  Dia akan memberi tahu setelah kembali kembali ke Jakarta pada hari senin mendatang.

“Saya masih diluar kota Mas, hari Senin nanti saya sudah kembali ke Jakarta. nanti saya kabari, kita carikan waktu yang pas senin nanti ya mas..,”ujarnya membalas pesan Wa yang dikirim redaksi.

Saat di konfirmasi media Dirlantas Polda metro belum merespon berita ini.

(Bayu.K)

Iklan

Leave a Reply